3 Alasan Pentingnya Rencana Punya Anak Setelah Menikah

Bukan hanya resepsi, rencana punya anak juga wajib dipikirkan matang-matang sebelum Anda memutuskan untuk menikah.

baby in white onesie
Photo by Daria Shevtsova on Pexels.com

Bahkan, sebelum Anda merasa yakin untuk menikah dengan pasangan, pastikan kalian berdua satu prinsip soal rencana punya anak dan juga bagaimana pola asuh yang akan kalian terapkan kepada anak kelak.

Seberapa penting perencanaan untuk punya anak setelah menikah? Berikut adalah beberapa poin yang sebaiknya Anda perhatikan.

Banyak Anak Belum Tentu Banyak Rezeki

Orang tua pada masa pasca-perang begitu senang memiliki banyak anak. Hal tersebut wajar mengingat mereka begitu optimistis menjelang masa depan usai perang. Anak-anak diharapkan dapat menjadi generasi baru untuk membangun peradaban dan mengubah dunia menjadi lebih baik.

Faktanya, zaman sekarang berbeda dengan zamannya generasi baby boomer. Manusia semakin banyak dan persaingan semakin ketat. Jika Anda hanya mengandalkan konsep ‘banyak anak banyak rezeki’, akan ada banyak hal yang membuat Anda kaget. Dampaknya, anak tidak akan terurus dengan baik lantaran Anda kewalahan menghadapi banyak anak.

Sebelum memutuskan untuk memiliki anak, perhatikan apakah Anda kuat secara mental maupun materi untuk mengurus seorang bayi dengan baik. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, jadi, tidak perlu menyamakan diri Anda dengan kawan yang sudah terlebih dahulu memiliki anak. Pahami kemampuan Anda dan bicarakan dengan pasangan mengenai kapan kalian siap untuk mengurus anak.

Anak Menentukan Keharmonisan dengan Pasangan

Ada banyak pasangan yang mengalami keretakan hubungan karena tak kunjung dikaruniai buah hati. Namun, banyak juga pasangan yang sering bertengkar lantaran tak sempat menikmati honeymoon akibat telanjur memiliki anak.

Bicarakan dengan jujur kepada pasangan mengenai keinginan Anda setelah menikah. Apakah kalian berdua menyukai anak kecil dan akan lebih bahagia karenanya? Ataukah sebetulnya, Anda berdua ingin menikmati momen halal bersama dalam waktu yang lama?

Jangan sampai hubungan Anda dan pasangan kurang harmonis lantaran kehadiran anak yang terlalu cepat. Kondisi ini tidak hanya buruk bagi Anda dan pasangan, tetapi juga untuk anak Anda.

Memperhatikan Kondisi Kesehatan

Beberapa orang tua menginginkan punya anak pada jarak dekat supaya tidak kerepotan di masa depan. Namun, kondisi repot itu bertubi-tubi mendatangi mereka di masa kini. Belum lagi ditambah dengan kondisi kesehatan istri yang rentan lantaran terus-menerus hamil dan melahirkan dalam waktu yang berdekatan.

Sebelum menikah, cek kondisi kesehatan tubuh Anda dan pasangan, terutama kondisi organ reproduksi seksual. Jangan malu untuk bertanya kepada dokter dan terbuka kepada pasangan mengenai kondisi Anda.

Anda juga bisa berkonsultasi kepada obgyn alias dokter kandungan mengenai jarak anak yang tepat dan ideal untuk Anda dan pasangan.

Rencana punya anak adalah hal yang jauh lebih penting untuk dipikirkan ketimbang pesta dan honeymoon. Pesta akan berakhir dalam satu malam saja, begitu juga honeymoon yang berlangsung singkat. Namun, memiliki anak memberikan Anda komitmen seumur hidup, bahkan hingga anak Anda sudah dewasa kelak.

Jadi, yuk buat rencana punya anak yang matang sebelum memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi!

Pinterest